Catatan: Pilihan

Menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja adalah sebuah pilihan. Tak ada keharusan di mana setelah memiliki anak, ibu harus di rumah. Tak ada keharusan pula bahwa ibu harus bekerja. Semua itu tergantung pada pilihan masing-masing berdasarkan berbagai macam pertimbangan. Kalau aku, aku memilih bekerja. Menapa? Selain ingin meraih suatu prestasi baik secara finansial maupun … Continue reading Catatan: Pilihan

Catatan: Melarat

Terlalu banyak manusia takut jadi melarat atau takut hanya dibilang melarat. Mereka merasa tak akan ada yang mau mendekati mereka kalau mereka melarat. Mereka merasa tak keren lagi. Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong dan berdesakan ke depan untuk terlihat kaya. Melambaikan tangan pada dunia dan berteriak betapa kayanya mereka padahal mereka ... mereka... mereka tidak … Continue reading Catatan: Melarat

Catatan: Pura-Pura

Berkilah. Kita saling berkilah dan berhelat. Berperangai seolah bersih padahal nil.  Entah kamu tahu atau pura-pura tidak tahu, aku juga tidak tahu. Begitu pula kau pagiku. Tapi... akh peduli setan! Aku tetap di sini

Catatan: Kosong

Waktu malam menjejakkan kaki, tak jarang kekosongan mengekor. Seolah dipanggil, ia selalu ramah menyapa dan aku selalu ingin mengabaikannya. Ia, kekosongan, memaksaku untuk berbicara dengan mereka-mereka yang nun jauh di sana. Basa-basi di balik layar, ngobrol ngalor-ngidul tanpa arah. Malam makin larut, mereka menghilang satu persatu. Dan hanya kekosongan yang lagi-lagi menemaniku.

Catatan: Aku Ra Po PO

Beberapa hari yang lalu Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Bangladesh. Dalam kunjungannya Presiden Jokowi melakukan berbagai pertemuan bilateral termasuk dengan Perdana Menteri Bangladesh Skheih Hasina untuk membicarakan kerja sama di bidang ekonomi di Dhaka. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungannya ke kamp pengungsi Rohingnya di Cox’s Bazar Distric. Sayangnya, Presiden tidak berkesempatan melakukan … Continue reading Catatan: Aku Ra Po PO

Catatan: Pulang

Masih ingat beberapa minggu yang lalu saya menulis catatan tentang kawan yang tiba-tiba menghilang. Dia mendadak sirna. Empat puluh empat hari lamanya, keluarga dan kawan dibuat resah. Berbagai media memberitakan tentang kejadian tersebut dengan berbagai teori. Tak hanya media saja yang berteori tetapi juga jaringannya. Dan sebuah kabar, akhirnya kami terima pada hari ke empat … Continue reading Catatan: Pulang