Catatan: Catatan Minggu Pagi

Beberapa bulan ini, jiwaku berpetualang

Menyusur jalan untuk sebuah jawaban 

Hati dan pikiran bertanya, siapa yang benar

Riuh debat antara hati dan pikiran  

Kutinggalkan begitu saja mereka di antara semak kegundahan

Untuk menemukan sebuah kepastian atau sekedar jawaban

Terkadang…

Kularungkan galau demi galau dalam setetes racun

Atau justru dalam segengam kenikmatan

Namun tak jua kurasakan jawaban atau kepastian

Aku tersenyum

Mungkin sebuah kesejukan hati yang tengah kucari

Yang dapat kutemui di dalam hutan mahoni

Minggu, 21 November 2010 || 05:50 WIB

E O

signature 

Poem: Dan Kau Lelaki Terindahku

Ini tubuhku, milikku.
Ini hatiku, masa depanku.
Dan ini. . . diriku, milikmu seutuhnya.

Pernah suatu pagi, kita berjalan berdua,
gelap dan hening.

Aku terus berkata-kata ini itu dalam langkah tergesa,
dengan kau di sampingku.

Hingga kuucapkan,

“Sayang, jangan lagi kau menangis.
Jangan pula kau larut dalam kesedihanmu.
Aku masih di sini, berdiri di sampingmu.
Kuat dan segar.

Tak kan kuhembuskan napas terakhirku hari ini atau besok,
karna aku masih akan bersamamu.

Lihat aku, kuat dan segar!

Sayang, tak perlu lagi kau larut dalam sedihmu!”

Kuterus berjalan seraya berkata,
langkah cepat hanya ingin tuk melihat cahaya.

Ia terdiam, terhenti dan pecah dalam tangis.

Isak keras sang adam membekukan darahku,
menghentikan detak jantungku.

Kau menarikku dalam pelukmu,
kini kau berkata-kata dalam isak tangis kesedihan seorang romeo.

Tersengal dalam nada kesedihan yang tak pernah kudengar.

Hanya kelunglaian yang kurasakan,
kengerian berbumbu kebahagian yang melebur.

Dan kembali terlintas dalam visionku

Gelap

.

Hening

.

Hujan
.

Kata-kata
.

Langkah cepat

.

dan terdiam….
.

Ia terhenti

.

dan pecah tangisnya.

Dan lagi… kumelihat hal yang sama …

Gelap

.

Hening

.

Hujan
.

Kata-kata
.

Langkah cepat

.

dan terdiam….
.

Ia terhenti

.

dan pecah tangisnya.

Lagi, lagi dan lagi.

Kumelihat hal yang sama berkali-kali,

Gelap dan mematung,

diraihnya tubuh dan ia pun berucap.

Aku sangat mencintaimu,
kan kulakukan apapun untukmu.

Tak akan pernah kubiarkan viral-viral itu menghancurkanmu,
ku kan terus bersamamu tuk melawannya.

Dengar…
aku tak akan pernah meninggalkanmu.

Tak akan pernah.
Gelap

.

Hening

.

Hujan
.

Kata-kata
.

Langkah cepat

.

dan terdiam….
.

Ia terhenti

.

dan pecah tangisnya.

. . . . . . .

Dan kau lelaki terindahku,

dalam dirimu kutemukan impian sang gadis cilik.

Sept 4th 2009signature