Catatan: Melarat

IMG_8309Terlalu banyak manusia takut jadi melarat atau takut hanya dibilang melarat. Mereka merasa tak akan ada yang mau mendekati mereka kalau mereka melarat. Mereka merasa tak keren lagi. Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong dan berdesakan ke depan untuk terlihat kaya. Melambaikan tangan pada dunia dan berteriak betapa kayanya mereka padahal mereka … mereka… mereka tidak betul-betul kaya.  “Bah… apa salahnya jadi melarat?” pikirku.

Aku jadi ingat ketika aku sempat bilang bahwa aku tak punya uang. Mereka terheran-heran lalu mengernyitkan alis mata dan bertanya “Masa sih?”. Tentu ada kalanya orang tak punya uang karena mereka memiliki prioritas lain. Ya toh? Kalau kita iyakan setiap perkataan orang, tekorlah kita. Ya toh?

Ride the bus

Catatan: Kosong

IMG_0941Waktu malam menjejakkan kaki, tak jarang kekosongan mengekor. Seolah dipanggil, ia selalu ramah menyapa dan aku selalu ingin mengabaikannya. Ia, kekosongan, memaksaku untuk berbicara dengan mereka-mereka yang nun jauh di sana. Basa-basi di balik layar, ngobrol ngalor-ngidul tanpa arah. Malam makin larut, mereka menghilang satu persatu. Dan hanya kekosongan yang lagi-lagi menemaniku.

Ride the bus

Catatan: Catatan Minggu Pagi

Beberapa bulan ini, jiwaku berpetualang

Menyusur jalan untuk sebuah jawaban 

Hati dan pikiran bertanya, siapa yang benar

Riuh debat antara hati dan pikiran  

Kutinggalkan begitu saja mereka di antara semak kegundahan

Untuk menemukan sebuah kepastian atau sekedar jawaban

Terkadang…

Kularungkan galau demi galau dalam setetes racun

Atau justru dalam segengam kenikmatan

Namun tak jua kurasakan jawaban atau kepastian

Aku tersenyum

Mungkin sebuah kesejukan hati yang tengah kucari

Yang dapat kutemui di dalam hutan mahoni

Minggu, 21 November 2010 || 05:50 WIB

E O

signature 

Catatan: Kau Bilang Aku Lonthe

Aku sudah tahu apa yang wanita tua itu katakan,

tak perlu lagi kau memberitahuku,

tapi kuhargai usahamu.

Rambutnya yang putih,

tubuhnya yang mulai lemah,

sudah mulai bau bau tanah,

tapi masih aneh aneh saja.

Lebih baik kau diam, duduk di situ saja,

atau beristirahat di tempat tidurmu.

Tak perlu kau buka mulutmu,

untuk mengomentaraiku atau orang lain.

Sudah! Diamlah!

Aku bosan dengar keinginanmu itu,

aku bosan dengan tingkah lakumu.

Pura pura baik padaku,

di belakangku kau bilang aku lonte.

Aku tak peduli apa yang kau bilang,

tapi dia peduli, dia pun sampai menangisku.

Apa maumu sebenarnya?

Aku tak butuh uangmu,

jika kamu cuma ingin mencari kawan,

kawan yang kau tusuk dari belakang,

lebih baik cari orang lain saja,

bukan aku!

Tak kusangka kau sebusuk itu,

apalagi kau sudah setua itu.

Keinginan terjahatku,

lebih baik kamu mati saja.

Tak ada yang mengomentariku,

tak ada yang membuatnya menangisiku.

Apa kau mendengarku?

Kau sudah terlalu tua,

mungkin kau ingin berpulang.

Bukannya aku tak menyayangimu,

aku sayang kamu,

aku juga sayang dia.

Tingkahmu dan tingkahnya sama saja!

Tapi, lebih baik kau yang pergi

aku masih membutuhkannya!

Cepat! Sana pergi!