Catatan: Melarat

Terlalu banyak manusia takut jadi melarat atau takut hanya dibilang melarat. Mereka merasa tak akan ada yang mau mendekati mereka kalau mereka melarat. Mereka merasa tak keren lagi. Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong dan berdesakan ke depan untuk terlihat kaya. Melambaikan tangan pada dunia dan berteriak betapa kayanya mereka padahal mereka ... mereka... mereka tidak … Continue reading Catatan: Melarat

Catatan: Pura-Pura

Berkilah. Kita saling berkilah dan berhelat. Berperangai seolah bersih padahal nil.  Entah kamu tahu atau pura-pura tidak tahu, aku juga tidak tahu. Begitu pula kau pagiku. Tapi... akh peduli setan! Aku tetap di sini

Catatan: Kosong

Waktu malam menjejakkan kaki, tak jarang kekosongan mengekor. Seolah dipanggil, ia selalu ramah menyapa dan aku selalu ingin mengabaikannya. Ia, kekosongan, memaksaku untuk berbicara dengan mereka-mereka yang nun jauh di sana. Basa-basi di balik layar, ngobrol ngalor-ngidul tanpa arah. Malam makin larut, mereka menghilang satu persatu. Dan hanya kekosongan yang lagi-lagi menemaniku.

Catatan: Catatan Minggu Pagi

Beberapa bulan ini, jiwaku berpetualang Menyusur jalan untuk sebuah jawaban  Hati dan pikiran bertanya, siapa yang benar Riuh debat antara hati dan pikiran   Kutinggalkan begitu saja mereka di antara semak kegundahan Untuk menemukan sebuah kepastian atau sekedar jawaban Terkadang… Kularungkan galau demi galau dalam setetes racun Atau justru dalam segengam kenikmatan Namun tak jua kurasakan … Continue reading Catatan: Catatan Minggu Pagi