Catatan: Melarat

Terlalu banyak manusia takut jadi melarat atau takut hanya dibilang melarat. Mereka merasa tak akan ada yang mau mendekati mereka kalau mereka melarat. Mereka merasa tak keren lagi. Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong dan berdesakan ke depan untuk terlihat kaya. Melambaikan tangan pada dunia dan berteriak betapa kayanya mereka padahal mereka ... mereka... mereka tidak … Continue reading Catatan: Melarat

Catatan: Pura-Pura

Berkilah. Kita saling berkilah dan berhelat. Berperangai seolah bersih padahal nil.  Entah kamu tahu atau pura-pura tidak tahu, aku juga tidak tahu. Begitu pula kau pagiku. Tapi... akh peduli setan! Aku tetap di sini

Catatan: Kosong

Waktu malam menjejakkan kaki, tak jarang kekosongan mengekor. Seolah dipanggil, ia selalu ramah menyapa dan aku selalu ingin mengabaikannya. Ia, kekosongan, memaksaku untuk berbicara dengan mereka-mereka yang nun jauh di sana. Basa-basi di balik layar, ngobrol ngalor-ngidul tanpa arah. Malam makin larut, mereka menghilang satu persatu. Dan hanya kekosongan yang lagi-lagi menemaniku.

Catatan: Aku Ra Po PO

Beberapa hari yang lalu Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Bangladesh. Dalam kunjungannya Presiden Jokowi melakukan berbagai pertemuan bilateral termasuk dengan Perdana Menteri Bangladesh Skheih Hasina untuk membicarakan kerja sama di bidang ekonomi di Dhaka. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungannya ke kamp pengungsi Rohingnya di Cox’s Bazar Distric. Sayangnya, Presiden tidak berkesempatan melakukan … Continue reading Catatan: Aku Ra Po PO

Catatan: Suratmi dan Problemanya

Ini adalah sebuah cerita tentang Suratmi. Suratmi adalah seorang asisten rumah tangga yang enggak kenal lelah. Bahkan, kalau diajak plesir, dia linglung dan bingung karena enggak ada yang dapat dia lakukan secara rutin. Luntang-luntung sana-sini, hanya bermain dengan Bejo, putra Bu Nuning. Asyik memang tapi kalau Bejo sedang tidur, lagi-lagi dia nganggur. Pusing bukan kepalang … Continue reading Catatan: Suratmi dan Problemanya

Catatan: Pulang

Masih ingat beberapa minggu yang lalu saya menulis catatan tentang kawan yang tiba-tiba menghilang. Dia mendadak sirna. Empat puluh empat hari lamanya, keluarga dan kawan dibuat resah. Berbagai media memberitakan tentang kejadian tersebut dengan berbagai teori. Tak hanya media saja yang berteori tetapi juga jaringannya. Dan sebuah kabar, akhirnya kami terima pada hari ke empat … Continue reading Catatan: Pulang