Catatan: Lebaran Kuda?

Pasti udah banyak yang tahu dong kalau beberapa hari terakhir ini Lebaran Kuda jadi trending topic di kalangan pengguna sosial media di Indonesia. Kok bisa? Jadi Rabu lalu (2 Nov), Pak SBY mengadakan konfrensi pers Puri Cikeas mengenai rencana demonstrasi tgl 4 November dan dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dalam konpres tersebut Pak SBY menghimbau agar Ahok diproses hukum sehingga jangan sampai ada tudingan Ahok kebal hukum. Lebih lanjut, jika pemerintah dan penegak hukum mengabaikan the-so-call aspirasi massa maka demonstrasi akan terus ada. “Sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa. Ini pengalaman saya,” begitu kata Pak Beye. Tapi, apa sih “lebaran kuda” itu?

Jadi menurut salah satu pengguna twitter Abi Hasantoso dengan @thereal_abi, ia menjelaskan bahwa  ungkapan Betawi untuk sesuatu yang tak akan bisa diwujudkan. Jadi SBY benar. Demonstrasi tak akan berhasil kalau niatnya buruk.

Tapi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi kata ‘lebaran’ adalah “hari raya umat Islam yang jatuh pada tgl 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan; Idulfitri“. Lebih lanjut, KBBI online menunjukkan adanya dua lebaran “Lebaran Haji dan Lebaran Besar” namun tidak ada “Lebaran Kuda”.

Jadi apakah bisa SBY dianggap menistakan agama dengan menggunakan istilah “Lebaran Kuda” atau kebal hukum? (http://kbbi.web.id/Lebaran)

Ride the bus