Catatan: Sok Nginggris

DSCN0013Dalam suatu  kesempatan, pernah saya dengar kritik terhadap orang-orang Indonesia yang suka bicara dalam bahasa Inggris. Padahal, bahasa Inggrisnya jelek– begitu katanya. Terkadang, saya hanya senyum dan tertawa. Baiklah, mungkin bahasa Inggris mereka sempurna. Jadi mereka nyinyirin orang lain- begitu pikir saya.

Saya jadi teringat ketika saya mengungkapkan keinginan saya untuk bekerja di media berbahasa Inggris. Alasannya, saya ingin memiliki pembaca selain orang Indonesia dan di luar Indonesia. Selain itu, saya juga ingin bisa bekerja di luar negeri suatu saat nanti. Mungkin bagi beberapa orang, saya mimpinya muluk-muluk. Lulusan Sastra Inggris saja bukan kok tapi pengen bekerja di media berbahasa Inggris; belum lagi bahasa Inggris saya pas-pasan baik untuk reading, writing, speaking dan juga listening. Entah berapa score IELTS saya waktu itu. Namun jujur saja, meskipun saya sering minder, hal tersebut sama sekali tidak menghentikan niat saya.

Setelah melamar sana-sini, saya pun akhirnya mendapatkan beberapa kesempatan berharga untuk melakukan magang di Bali dan Jakarta. Saya bertemu banyak orang baru dan belajar banyak hal. Namun, suatu hari, saya tiba-tiba merasa takut karena merasa Bahasa Inggris saya sangat jelek, takut tidak dapat memenuhi target dan takut menjadi beban.  Saya mengungkapkan kegundahan saya tersebut pada atasan saya. Dengan tenang beliau mengatakan “It is okay. We are not native speaker, we have copy editor and you will initially improve it.”  Saya pun selalu mengingat hal tersebut hingga hari ini.

Di lain waktu, saya berbicara dengan salah seorang diplomat Indonesia mengenai perdagang Indonesia di Amerika Utara. Beliau mengatakan bahwa perdagangan Indonesia ke Amerika Utara jauh lebih rendah dibandingkan dengan Thailand. Mengapa? Hal ini disebabkan banyaknya orang Indonesia yang enggak mau repot dengan proses perdagangan dan mereka takut berbahasa Inggris. Padahal kalau boleh jujur, bahasa Inggris orang Indonesia jauh lebih mudah dipahami ketimbang orang Thailand dan Vietnam, begitu katanya.

Jangankan pada sesamanya yang orang biasa, dulu waktu Presiden Jokowi masih menjadi kandidat, kemampuan berbahasa Inggrisnya diejek oleh masyarakat yang merasa Bahasa Inggrisnya jauh lebih bagus daripada Jokowi. Masyarakat kota yang merasa orang desa enggak boleh jadi pemimpin. Katanya malu-maluin punya presiden yang enggak bisa berbahasa Inggris. Lha, Pak Harto? Lucukan. Namun dari sinilah, saya melihat bahwa lebih banyak orang Indonesia gemar memberikan punishment daripada reward kepada orang-orang yang berusaha apalagi menginagat setiap orang pasti mulai dari nol.

Anyway, di era globalisasi ini, penting kiranya kita memiliki kemampuan berbicara dengan lebih dari satu bahasa- mau bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Perancis atau Bahasa apapun yang sekiranya penting dalam kehidupan masyarakat global. Nah, daripada kita nyinyirin orang lain, ada baiknya kita mengapresiasi orang lain yang sedang berusaha. As they said practice makes perfect.

Ride the bus

Notes: Liar

DSCF1124Let’s ask ourselves these questions. Do you put heavy make-up to cover your pimple or skin imperfection? Do you need to purchase brand-name products? Do you max out your credit card to purchase fancy things that you cannot afford it? Do you use a photo filter or photoshop before you upload your photo online? Do you work in a company only for a monthly pay-cheque? Do you cheat on your lover or partner and stay in a relationship even you are no longer happy? Do you know that all of those are the form of lie and there are just many more forms of lies out there?

Well, the individual is not the only liar in our society. The governments lie, the companies lie, the religious institutions lie, the politicians lie, the religious leaders lie, the public figures lie and almost all the citizens lie. Eventually, almost all of us are liars.

However, have you ever asked yourself why you need to lie? I believe that we begin to lie because our society often tells us that we are not good enough as individuals. They say “You are not good enough because of your skin colour”;  “You are not good enough because of your ethnicity background”; “You are not good enough because of your weight”; “You are not good enough because of your job”. And you are just not good in so many ways.

Their judgment makes us feeling insecure; their judgment makes us to not accept yourself, and their judgment makes us feel to have the need to fulfil their demand/ requirements. The worse, their judgment makes you stop loving yourself unconditionally.  Ultimately, you have the need to lie. We do it consciously or unconsciously, to other people as well as to ourselves. As a result, we become liars.

We do not know anymore whether we need to keep our mouth shut and tell the truth or we just need to lie. In the end, lying seems to be much easier than being honest and truthful; being perfect seems to be more acceptable than being imperfect and that is what our society wants from us… to be perfect! Hence, we lie. Correct me if I was wrong!

Xoxo

signature