Catatan: Aku Ra Po PO

Beberapa hari yang lalu Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Bangladesh. Dalam kunjungannya Presiden Jokowi melakukan berbagai pertemuan bilateral termasuk dengan Perdana Menteri Bangladesh Skheih Hasina untuk membicarakan kerja sama di bidang ekonomi di Dhaka. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungannya ke kamp pengungsi Rohingnya di Cox’s Bazar Distric. Sayangnya, Presiden tidak berkesempatan melakukan dialog dengan komunitas Indonesia di Dhaka. Padahal ada kurang lebih 400 WNI di Bangladesh dengan problematika dan kisahnya masing-masing. Well, kita sempat berebut undangan dan berdrama ria untuk ‘penyambutan’ yang ternyata hanya berlangsung kurang dari 5 menit dan hanya untuk bilang “Hallo Pak Presiden” atau “Selamat sore” Ha ha ha What a joke?!– Mungkin beberapa tak masalah yang penting foto dengan Presiden Jokowi tapi tak ada outcome berharga selain sehelai foto.

Saya kemudian menduga, berpikir dan bertanya pada diri saya sendiri “Apakah ini karena profil WNI yang ada di Dhaka sehingga Presiden tidak dijadwalkan untuk berdialog dengan masyarakat? Buat apa?” Boleh dikatakan bahwa sebagian besar WNI yang tinggal di Bangladesh adalah mantan pahlawan devisa yang kemudian menikah dengan sesama pahlawan devisa Bangladesh yang mereka temui di Saudi, Malaysia atau Singapura dan kemudian hijrah ke Bangladesh. Namun berhubung mereka tak lagi berkontribusi bagi negara atau malah bisa jadi beban negara jadi tak penting untuk dilakukan dialog. Ya toh? Buat apa?

Padahal banyak topik yang bisa dibicarakan seperti : banyak sekali dari mereka yang merupakan perempuan tangguh bahkan beberapa dari mereka berusaha memperkenalkan makanan seperti tempe rumahan. Namun karena keterbatasan finansial, usaha mereka hanya itu-itu saja. Sedangkan potensial vegetarian di Asia Selatan pun besar. Akh siapa peduli toh?! Lagipula, dulu saja kabarnya kantin KBRI Dhaka sangat terkenal di antara komunitas ekspatriat karena enaknya makanan Indonesia. Tapi sayang, kabarnya dubes saat itu malah malu karena KBRI Dhaka lebih dikenal kantinnya. Oh well, berarti ada yang salah dong dengan kinerja dubes sampai-sampai yang dikenal hanya kantinnya. Sedangkan banyak negara di dunia maju, KBRI difasilitasi untuk mempromosikan makanan Indonesia. Ingatkan bahwa Pak Presiden ingin makanan Indonesia dikenal. Tapi ya itu, it’s not a million dollar bussines jadi buat apa? Apa untungnya? Belum lagi banyak kisah KDRT.

Dan tentu saja, profil WNI Dhaka tentu sangat berbeda dengan profil diaspora yang berada di Australia atau Amerika di mana sebagian besar merupakan pekerja kantoran atau mahasiswa. Namun tentu juga berbeda dengan profil diaspora Indonesia yang berada di Korea Selatan atau Hong Kong. Tentu menjadi seorang pemimpin negara sangatlah sibuk, mau merem pun susah. Namun jika presiden bisa berdialog dengan komunitas Indonesia di negara maju, kenapa tidak bertemu dengan mereka yang tinggal di negara dunia ketiga? Jangan hanya berinteraksi dengan wong cilik saat kampanye saja atau di dalam negeri, banyak wong cilik kita yang berada di luar negeri. Apalagi sebentar lagi Pemilu 2019, Fadli Zon saja melakukan dialog dengan WNI di sini meskipun kami tak boleh bertanya beberapa hal. Setidaknya ada kekayaan! Jadi jangan diskriminatif. Kalau Bapak membela Rohingnya yang diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah Myanmar, kenapa juga melakukan yang sama terhadap masyarakatnya sendiri meskipun dalam bentuk yang berbeda. Sederhana saja!

Anyway, ini hanya sebuah buah pikiran, kritik dan masukan bagi pemerintah Indonesia dari segala level. Jangan mudah tersinggung dan dimasukkan dalam hati. Justru seharusnya menjadi masukkan.

Tabik!

Ride the bus

Catatan: Pulang

SONY DSC

Pulang [2016:EO]

Masih ingat beberapa minggu yang lalu saya menulis catatan tentang kawan yang tiba-tiba menghilang. Dia mendadak sirna. Empat puluh empat hari lamanya, keluarga dan kawan dibuat resah. Berbagai media memberitakan tentang kejadian tersebut dengan berbagai teori. Tak hanya media saja yang berteori tetapi juga jaringannya. Dan sebuah kabar, akhirnya kami terima pada hari ke empat puluh lima, adiknya mengabarkan bahwa ia telah kembali. “Syukurlah!”  Betapa senangnya hati ini bahkan saya pun sempat meneteskan air mata.

Jujur saja, hati saya sempat hancur karena  kami sempat mendengar berita bahwa dia tewas. Dan pagi ini, saya menyapanya dan mengungkapkan betapa senangnya dia telah kembali tanpa berharap dia membalas karena mungkin dia masih merenungkan kejadian yang baru saja dia alami. “Aku menyayangi kalian bertiga. Sampai ketemu lagi secepatnya” begitu ucapnya dan saya sempat meneteskan air mata membaca pesan tersebut.

Dia adalah seorang kawan. Dia adalah satu dari 55 orang yang mehilang secara misterius di tahun 2017. Dia adalah satu dari 10 orang yang kemudian kembali dengan selamat. Ke mana dia selama ini? Saya tak akan bertanya hari ini.  Yang utama, saya bersyukur akhirnya dia kembali dengan selamat.

Ride the bus

Catatan: Olahraga Waktu Hamil?

SONY DSCBagi beberapa-banyak orang, berolahraga saat hamil adalah ide yang sangat gila. Banyak yang khawatir bahwa olahraga dapat menyebabkan keguguran. Bahkan banyak bapak-bapak atau laki-laki kabur setiap kali melihat saya masuk ke ruangan gym dengan perut besar. Tapi apakah betul bahwa perempuan hamil enggak boleh neko-neko dan lebih baik duduk anteng dan makan sebanyak mungkin? Well, saya ingin berbagi pengalaman saya. Bukan sebagai dokter kandungan ataupun personal trainer tetapi sebagai fitness enthusiast.

Kalau boleh jujur, saya seneng dan juga agak sedih ketika saya tahu bahwa saya hamil. Lho kok gitu? Well, mungkin karena saya sangat egois, saya tidak ingin kehilangan bentuk tubuh yang sudah saya bentuk selama tiga tahun terakhir ini. Mulai dari legs, abs, shoulder, back and also chest. Dibutuhkan disiplin dan ketekunan selama beberapa tahun untuk mendapatkan otot-otot tersebut. Saya enggak mau kehilangan semuanya itu begitu saja. At the same time, I was very excited with the little one inside my womb and I want him to be healthy and happy baby. 

But then again, there was a fear within me. Kenapa? Well, sebagai trailing spouse yang baru saja gave up my job and beradaptasi di tempat baru, saya takut tiba-tiba mendapatkan anxiety attack or even worse depression. Di mana dulu, tak jarang, saya mengkonsumsi xanax ketika kedua hal tersebut menyerang ketika saya tinggal di J-Twon. As a result, saya takut untuk mengkonsumsi obat tersebut. So, how can I have a healthy pregnancy? Being fit and staying sane.

Luckily, seorang kawan memberi saya buku berjudul What To Expect When You’re Expecting yang ditulis oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel.  Pada Chapter 3 buku tersebut yang berjudul Pregnancy Lifestyle, Murkoff dan Mazel menulis “Workouts are not only a-can-do for most pregnant women but a definitely do. In fact, the vast majority of workout work well with the vast majority of pregnancies, which means you can almost certainly count on continuing your usual routine through your 9 months.”  langsung loncat-loncat dong waktu baca chapter tersebut. So that was the answer! Saya enggak perlu anti depressant dan lain-lain untuk tetap waras selama hamil.

IMG_4492Lalu apa keuntungan berolahraga saat hamil? Well, banyak! Baik untuk ibu hamil maupun janin. Untuk ibu hamil, olahraga dapat meningkatkan stamina, kualitas tidur, kesehatan, mood, otot dan punggung serta menjaga sistem  pencernaan agar lancar. Plus, lebih cepat sembuh setelah melahirkan. Sedangkan untuk janin, meningkatkan peredaran oksigen dalam tubuh dan dipercaya akan jauh lebih pintar.

Nah selama hamil, saya justru tidak melakukan yoga tapi tetap melakukan jogging, running dan weightlifting. Saya berolahraga setiap hari dua sampai tiga jam per hari. Hasilnya, saya hampir enggak pernah merasa depressed selama hamil. Boleh dikatakan bahwa olahraga saja enggak cukup. Makan makanan bergizi pun penting terutama buah-buahan, sayur-sayuran, susu dan juga daging-dagingan. Kalau bisa, jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung gula. Selama hamil pun berat badan saya  naik 12 kg dan sekarang tinggal 2 kg. Saya masih punya banyak PR untuk membawa tubuh saya kembali kebentuk semula. Bukan, bukan kurus namun sehat dan berotot.

Tentu banyak orang yang berpendapat berbeda-beda namun saya akan jauh lebih mempercayai hasil riset daripada mitos tentang ibu hamil. Oleh karena itu, kalau ingin sehat dan dapat terus berolahraga selama hamil, alangkah lebih baik jika mulai menyukai olahraga sebelum hamil sehingga badan kita enggak kaget dengan berbagai macam perubahannya. Bagi saya, sembilan bulan hamil bukanlah waktu yang susah, gamping banget! Yang susah justru tiga hari setelah melahirkan apalagi saya melahirkan secara c-section. Bahkan sampai sekarang kalau saya enggak olahraga bekas jahitan malah sakit.

Btw, saya baru bikin akun Instagram yang berisi fitness dan makanan sehat. Follow @ibuksehat yuk!

Ride the bus

Catatan: Playdate

SONY DSCSalah satu alternatif bagi anak-anak ekspatriat yang tinggal di Dhaka untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak seusia adalah dengan mengikuti playdate. Selama ini playdate diorganisir oleh ‘ayah‘ atau ‘baby sitter‘, diadakan dari rumah ke rumah, diikuti oleh anak-anak sepantaran dan diadakan selama dua jam pada hari kerja. Boleh dikatakan, sebagian besar orang tua dari anak-anak tersebut sibuk bekerja atau keluyuran seperti saya sehingga daripada mereka di rumah berdua dengan ‘ayah’ saja maka mereka lebih baik bermain bersama anak-anak seusianya. Lalu bagaimana aturan mainnya?

Well, tidak ada aturan khusus. Hanya saja, orang tua diharapkan menyiapkan ruangan khusus atau playpen sehingga anak-anak tersebut dapat bermain dengan aman. Selain itu, tuan rumah diharapkan untuk menyiapkan snack baik untuk anak-anak maupun ‘ayah’; baby snack untuk anak berupa buah-buahan seperti apel, jeruk atau anggur dapat pula berupa baby biscuit sedangkan untuk ‘ayah’ berupa cookies dan minuman baik teh atau soft drink. Meskipun diorganisir oleh ‘ayah’, ada saja orang tua yang berpartisipasi untuk mengawasi anak-anak yang biasanya berasal dari sang tuan rumah.

Nah sudah satu bulan baby A mengikut playdate dengan anak-anak sepantaran. Sejak ikut playdate, keseharian baby A jadi lebih teratur mulai dari  jam makan, jam istirahat, jam minum susu, jam bermain dan jam tidur. Selain itu, makan lebih lahap, mau berbagi dengan orang lain dan enggak nemplok terus sama Daddy atau Ibu. Akhirnya kami pun bisa istirahat dengan lega hi hi. Selain itu, playdate merupakan stress reliever bagi orang tua karena anak jadi punya aktivitas dan enggak bosan. Meskipun demikian, kadang saya khawatir kalau lagi ada yang meler idungnya bisa ikut ketularan. Tapi sejauh ini hal tersebut belum terjadi.

Bagi saya, playdate adalah cara yang bagus untuk anak-anak dapat bersosialisasi dengan orang baru, belajar berbagi atau berinteraksi serta belajar berkomunikasi lintas budaya. Selain itu, orang tua dapat berbagi informasi dan bukan saing-saingan. Tak ada pula yang peduli dengan embel-embel suku, agama atau kelas sosial. Sayangnya, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki; hanya ada dua anak perempuan yang kadang-kadang ikut.

Belum lama ini, saya dengar bahwa akan ada satu anak yang akan pergi meninggalkan Bangladesh karena orang tuanya harus pindah tugas ke negara lain. Entah kenapa, saya jadi sedih. Saya jadi membayangkan ketika baby A harus say goodbye dengan mereka. Apa yang akan dia rasakan? Mungkin mereka akan merasa sedih juga? Meskipun boleh dikatakan, mereka terlalu muda untuk mengingat hal tersebut. Jadi mungkin yang sedih ibunya ha ha ha.

Anyway, ini beberapa foto dari playdate hari ini di rumah. Kami sengaja enggak membeli terlalu banyak mainan karena memang belum diperlukan. Selain itu, mainan di sini mahal, kualitasnya tidak begitu bagus dan tidak begitu banyak pilihan educational toys. Saya juga sengaja tidak memposting wajah mereka karena belum tentu orang tua mereka menyetujui kalau foto mereka diunggah.

P.S: Playdate tidak harus dilakukan oleh expat family lho

Ride the bus

Photo: The Street of Bangladesh

One of the world creative entrepreneur, a street ear wax cleaner [2016:EO]

One of the world creative entrepreneur, a street ear wax cleaner [2016:EO]

Another little boy who is lost in the cruel world [2016: EO]

Another little boy who is lost in the cruel world [2016: EO]

Give no shit, take no bullshit and lice your life [2016:EO]

Give no shit, take no bullshit and lice your life [2016:EO]

 

It is ironic that Bangladesh is one of world garment manufacturing center for many of the global fashion brands and yet it is still extremely poor and under-developed [2016: EO]

It is ironic that Bangladesh is one of world garment manufacturing center for many of the global fashion brands and yet it is still extremely poor and under-developed [2016: EO]

He earns less than a glass of gin and tonic a day [2016:EO]

He earns less than a glass of gin and tonic a day [2016:EO]

Grateful [2016: EO]

Grateful [2016: EO]

.

 

signature