Category Archives: Uncategorized

Photo: The Faces of Yangon

SONY DSC

Shy [2017:EO]

SONY DSC

It was a real a scorcher, the temperature reached up to 39 degree Celsius [2017:EO]

SONY DSC

Asthma Aid [2017: EO]

SONY DSC

Praying [2017:EO]

SONY DSC

Drowning into cyberspace [2017:EO]

SONY DSC

Warm smile [2017:EO]

SONY DSC

Monk-to-be [2017:EO]

signature

Leave a comment

Filed under Photo, Uncategorized

Photo: The City of Yangon

SONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSC

signature

Leave a comment

Filed under Photo, Uncategorized

Catatan: Lebaran Kuda?

Pasti udah banyak yang tahu dong kalau beberapa hari terakhir ini Lebaran Kuda jadi trending topic di kalangan pengguna sosial media di Indonesia. Kok bisa? Jadi Rabu lalu (2 Nov), Pak SBY mengadakan konfrensi pers Puri Cikeas mengenai rencana demonstrasi tgl 4 November dan dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dalam konpres tersebut Pak SBY menghimbau agar Ahok diproses hukum sehingga jangan sampai ada tudingan Ahok kebal hukum. Lebih lanjut, jika pemerintah dan penegak hukum mengabaikan the-so-call aspirasi massa maka demonstrasi akan terus ada. “Sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa. Ini pengalaman saya,” begitu kata Pak Beye. Tapi, apa sih “lebaran kuda” itu?

Jadi menurut salah satu pengguna twitter Abi Hasantoso dengan @thereal_abi, ia menjelaskan bahwa  ungkapan Betawi untuk sesuatu yang tak akan bisa diwujudkan. Jadi SBY benar. Demonstrasi tak akan berhasil kalau niatnya buruk.

Tapi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi kata ‘lebaran’ adalah “hari raya umat Islam yang jatuh pada tgl 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan; Idulfitri“. Lebih lanjut, KBBI online menunjukkan adanya dua lebaran “Lebaran Haji dan Lebaran Besar” namun tidak ada “Lebaran Kuda”.

Jadi apakah bisa SBY dianggap menistakan agama dengan menggunakan istilah “Lebaran Kuda” atau kebal hukum? (http://kbbi.web.id/Lebaran)

signature

Leave a comment

Filed under Catatan, Indonesia, Uncategorized

Catatan: Tanpa Judul

Enggak usah heran kenapa Pilkada Jakarta mainnya kotor banget. Pendapatan daerah Pemprov DKI Jakarta tahun 2015 aja mencapai 44.20 Triliyun Rupiah. Provinsi mana coba yang bisa mendapatkan pendapatan sebesar itu? Jelaslah jadi rebutan. Buat saya, when it comes to politics, it is rarely about serving the society but about how they can get a slice of the political pie. Pilkada Jakarta menjadi topik yang sangat menarik karena ibu kota negara Republik Indonesia, sebuah negara dengan mayoritas penduduk beragama Muslim, dipimpin oleh tokoh dari kelompok minoritas, Tionghoa dan Kristen.

Sebagaimana kita tahu bahwa Javasentrisme yang dimiliki oleh masyarakat dan/ atau politisi Indonesia itu masih tinggi banget. Pasti banyak yang masih ingat bahwa jaman Soeharto dulu, selain Indonesia dikuasai dan dipimpin oleh militer, Indonesia juga dikontrol oleh orang-orang dari Jawa Tengah selama 32 tahun lamanya. Bahkan menurut beberapa studi, peristiwa Malari pada tahun 1974 diduga dimotori oleh beberapa jendral dari Jawa Timur yang cemburu dengan jendral berasal dari Jawa Tengah karena selalu mendapatkan kepercayaan dari Soeharto.

Setelah turunnya Soeharto, militer mulai kehilangan kontrol atas negara Indonesia. Indonesia mulai dipimpin oleh masyarakat sipil termasuk Habibie, Gus Dur dan Megawati. Namun hal tersebut enggak berlangsung lama, tokoh militer kembali memimpin Indonesia dan kali ini berasal dari Jawa Timur. Bukan hanya itu saja, tokoh tersebut bisa dibilang outsider, enggak berbau Cendana apalagi Soekarno dan sosok tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono. SBY berhasil mengambil hati masyarakat Indonesia selama dua kali pemilu dan mempimpin Indonesia selama 10 tahun lamanya. Sayangnya perjalanan karir politik enggak mulus sama sekali di mana Parta Demokrat yang ia dirikan mengalami kejatuhan secara perlahan-lahan termasuk dengan kekalahan Fauzi Bowo dari Partai Demokrat di Pilkada Jakarta 2012 dan kekalahan Partai Demokrat di pemilu 2014 lalu. Namun sayangnya setelah 10 tahun berkuasa, SBY sepertinya kurang menikmati rasanya menjadi rakyat biasa apalagi kali ini yang berkuasa adalah lawan politiknya.

Nah di Pilkada DKI Jakarta kali ini, saya kaget waktu membaca berita bahwa Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan bahwa Partai Demokrat ingin agar DKI Jakarta dipimpin oleh sosok yang lebih baik dari Ahok. Kagetnya kenapa? Berita tersebut terdengar seolah SBY membenci Ahok. Tapi apa dosa Ahok pada Partai Demokrat dan SBY? Saya bisa paham sih kalau Prabowo dan Gerindra dendam dan marah pada Ahok karena Prabowo merasa ‘habis manis sepah dibuang’. Nah, kalau Ahok sama SBY? Kok kayaknya benci sampai ke ubun-ubun. Ada apa ya kira-kira?

Bisa jadi, SBY adalah satu politisi yang belum bisa menerima bahwa Indonesia dipimpin oleh orang di luar militer, di luar ‘Jawa’ dan di luar ‘Islam’. Mungkin beberapa politisi masih bisa menerima bahwa Indonesia dipimpin oleh masyarakat sipil selama dia Jawa dan Islam. Tapi kalau Tionghoa dan Kristen, banyak orang yang masih kalang kabut dan hal ini menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia yang sebenarnya mentalnya masih terjajah. Sebagaimana dituliskan dalam buku “Liem Sioe Liong’s Salim Group”, sentimen anti-China di mana sentimen anti-Cina muncul dan berkembang di kalangan pribumi terjadi sejak masa penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda merasa terancam dengan kehadiran dan pertumbuhan jumlah imigran dari China ke Hindia Belanda. Sayangnya, meskipun Indonesia merdeka, hal tersebut masih terus tertanam di kalangan masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Oleh karena itu, kalau tokoh dari kelompok minoritas bisa memimpin ibu kota negara Republik Indonesia, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari Indonesia akan dipimpin oleh tokoh dengan latar belakang yang sama (kelompok minoritas) karena masyarakat mulai menilai pemimpin dari kualitasnya dan bukan bungkusnya saja. Tentu saja, orang-orang yang masih menganut Java sentrisme tentu enggak suka dengan hal ini. Hence, they will do anything necessary untuk menjegal orang-orang yang bukan Jawa dan bukan Muslim untuk memimpin Indonesia dan dicintai oleh masyarakatnya. Tapi… namanya juga politik. Isu beginian akan terus dimanfaatkan oleh para politisi yang menginginkan kekuasaan. Apalagi kalau masyarakatnya kurang berpendidikan dan enggak kritis. Laku deh isu beginian. Ya kan? 

Masih ingat kasus Antasari Azhar kan? Kalau  Antasari, yang diduga punya bukti kuat kecurangan Pilpres 2009 saja bisa berakhir di penjara dengan vonis 18 tahun penjara (lebih ringan dari tuntutan JPU yang menginginkan hukuman mati), maka cara yang serupa pun dapat dilakukan terhadap Ahok dengan skenario yang berbeda. Ya toh?

FYI, Antasari yang divonis 18 tahun penjara pada tahun 2010 lalu akan akan bebas bersyarat pada tanggal 10 November nanti.

signature

Leave a comment

Filed under Catatan, Indonesia, Uncategorized

Catatan: Masih Terjajah

Dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini, lagi-lagi kita disuguhi sentimen anti-Cina. Saya selalu penasaran kenapa banyak masyarakat kita yang tidak menyukai etnis Tionghoa? Apa salah mereka? Saya mendapatkan pencerahan dari buku yang saya baca “Liem Sioe Liong’s Salim Group”.

Dalam buku tersebut, penulis mencatat analisis Pramoedya Ananta Toer tentang sentimen anti-China di mana sentimen anti-Cina muncul dan berkembang di kalangan pribumi terjadi sejak masa penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda merasa terancam dengan kehadiran dan pertumbuhan jumlah imigran dari China ke Hindia Belanda. Padahal sebenarnya imigran China sudah datang ke Sumatera sejak tahun 942, mereka berintegrasi dengan masyarakat setempat, memperkenalkan alat pertanian moderen guna menyempurnakan teknik pertanian yang sudah ada dan masyarakat tidak pernah memiliki masalah dengan mereka sama sekali. Kedekatan dan pertumbuhan jumlah imigran China itulah yang menjadi momok bagiBelanda, maka sejak itu Belanda mulai membuat peraturan yang diskriminatif bagi komunitas Tionghoa, termasuk membatasi jumlah imigran China ke Hindia Belanda. Sayangnya sentimen anti China tersebut tidak berakhir dengan berakhirnya penjajahan Belanda, justru dilestarikan dan terus diterapkan oleh Pemerintah Indonesia yang katanya merdeka dari masa ke masa. Akhirnya masyarakatpun sudah terbiasa untuk ‘membenci’ komunitas Tionghoa

Benar kata Pram di tetralogi Bumi Manusia, orang Indonesia tidak pernah memiliki dan memegang teguh nilai dan prinsip mereka sendiri; alhasil baik Pemerintah (dulu berupa kerajaan) dan rakyat mudah dipengaruhi oleh nilai dan budaya luar. Hal ini dapat dilihat dari perubahan agama di nusantara dari abad ke abad. Ada saudagar Hindu masuk, kerajaan di Nusantara mulai menganut Hindu; Budha masuk, mereka berubah menjadi Buddha; Islam masuk mereka berubah menjadi Islam dan seterusnya. Agama-agama tersebut diadopsi oleh kerajaan (Pemerintah) dan digunakan untuk mengontrol masyarakatnya.

Dari dua poin tersebut, nampak jelas bahwa penggunaan isu SARA terutama agama dan golongan dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini menunjukkan pada kita bahwa kita masih terjajah secara pikiran dan belum dewasa dalam berdemokrasi. Entah sampai kapan hal ini akan terus terjadi di Indonesia. Sangat disayangkan.

signature

Leave a comment

Filed under Catatan, Indonesia, Uncategorized

Kitchen: Pumpkin Soup

SONY DSC

Pumpkin Soup [2016:EO]

Ingredients:

  1. 1 kg of pumpkin or squash (chop into chunks)
  2. 2 large onion (finely chopped)
  3. 3 cloves of garlic (finely chopped)
  4. 1/2 chicken breast (chop into chunks)
  5. 700 ml of water
  6. 1 tsp of salt
  7. 1/4 tsp of black pepper
  8. 2 tbs of olive oil

Directions:

  1. In a large saucepan, heat the olive oil over the medium heat for 30 seconds
  2. Place the onion and cook it for 4 minutes until it gets soft;
  3. Add the chicken chunks and stir it together with the onion for 5 minutes until it turns white;
  4. Add the pumpkin chunks, then carry on cooking for another 5 minutes until the pumpkin get softs;
  5. Pour the water into saucepan, add the salt and pepper; stir them together and continue to cook it over medium heat for another 15 minutes until the pumpkin gets really soft;
  6. With a hand-blender, mash the pumpkin and chicken until it turns to be puree;
  7. Transfer it to a serving bowl and serve it with garlic bread.

PS:

  • you can also make large amount of it and freeze it as an ’emergency food stock. It can be frozen up to two months.
  • if you are a vegetarian, you can remove the chicken

signature

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Notes: Vulnerability

The only way to patch a vulnerability is by exposing it first. The flipside being that exposing a vulnerability leaves you open for an exploit.Elliot Alderson (Mr. Robot)

signature

Leave a comment

Filed under Notes, Uncategorized