Catatan: Surat teruntuk Tuhan

Bali, 26 Juli 2009

Yth: t[T].uhan

Pernah suatu hari kubertanya pada diriku sendiri tentang siapakah Tuhan itu? Ketika aku mempertanyakan hal tersebut kepada mereka yang religious, beberapa dari mereka akan menganggapku orang yang berdosa besar hanya karena aku mempertanyakan pertanyaan tersebut.

Kadang aku bertanya kepada diriku sendiri dan juga mereka yang meragukan suatu konsep yang orang sebut sebagai Tuhan, Siapakah Tuhan itu sebenarnya? Di manakah Ia tinggal? Apakah ada Tuhan yang menciptakan Tuhan sebagaimana Tuhan dikonsepkan sebagai yang mahakuasa? Lalu, jika tidak ada Tuhan, siapa yang menciptkan bumi ini? Apakah betul jika di bumi dalam galaksi Bima Sakti (Milky Way Galaxy) ada hanya karena letupan besar(Big Bang) di mana terdapat perkembangan ruang dan waktu sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Georges Lemaître, seorang pastur Katholik Roma berdarah Belgia yang mengajar di Universitas Katolik Leuven di Belgia. Lalu bagaimana dengan kehidupan yang menghiasinya?

Aku tak berbicara banyak mengenai konsep yang tidak kupahami tersebut (karena aku memang belum pernah benar-benar mempelajari masalah kosmologi) namun setidaknya konsep tersebut cukup menarik untuk mempertanyakan siapakah Tuhan tersebut.

Jika Tuhan memang ada dan bumi ini diciptakannya, mengapa kita tidak dapat melihatnya, menemuinya dan berbicara dengannya seperti kita berbicara dengan sesame kita? Atau mungkin, sesuai dengan lagu One of Us (Joan Osbourne), If God had a name, what would it be? Bagaimana wujudnya? Apa pekerjaannya? Siapakah yang menciptakannya? Dan kembali lagi ke pertanyaan sebelumnya, di manakah Ia tinggal? Siapakah Tuhan itu? Apakah Tuhan hanya sebatas konsep saja? Lalu mengapa orang menulis kata Tuhan dengan T capital dan bukan tuhan? Lalu, jika Tuhan yang mereka konsepkan sebagai YANG MAHABAIK dan YANG MAHAMURAH sehingga membuat manusia menemukan cara untuk memuji dan menyembahnya melalui sebuah jalan bernama agama yang kemudian mengkotak-kotakan manusia melalui agama tersebut untuk menyembah dan memuji Tuhan, mengapa cara yang baik tersebut yang dikonsepkan oleh manusia justru membuat manusia tidak akur sama lain hanya karena jalan mereka berbeda. Tentu saja, aku tak dapat mengatakan bahwa semua manusia yang memiliki agama akan melakukan hal tersebut, namun bagaimana praktek kehidupan sehari-hari orang di sekitar. Tak perlulah aku mengambil contoh akan mereka yang berbeda agama, bagaimana yang memeluk agama yang sama? Terkadang mereka sendiri ribut-ribut dan tak dapat menghargai sesamanya. Menantu yang marah-marah dengan mertuanya atau istri yang menganggap rendah suaminya. Atau, tak perlu sama sekali membawa-bawa nama agama untuk membahas hal tersebut?

Dan aku pun kembali bertanya mengenai Tuhan.

Jika di sana memang ada Tuhan dan di sana memang ada Dosa dan Setan, berdosakah aku hanya karena mempertanyakan hal ini? Akankah Ia mengirimkanku ke nereka, jika di sana memang ada Tuhan yang memiliki nereka bagi mereka yang berdosa dan tidak mempercayainya? Tidak aku mempercayai keberadaan Tuhan dengan demikian atau seperti katanya ‘aku kesetanan’?

Dan aku pun kemudian tersenyum setelah aku membaca kembali tulisanku ini, lalu berkata ‘Untuk apa aku berpikir keras-keras mengenai hal ini, bagiku semasa hidupku, yang ingin kulakukan adalah melakukan kebaikan dengan siapapun yang ada di sekelilingku. Tak peduli label agama apa yang mereka miliki, tak peduli warna kulitnya, tak peduli dari mana asalanya, tak peduli pula orientasi seks yang ia miliki, yang terpenting adalah aku mau berbuat baik dengannya.

Jika ada yang mengatakan aku kesetanan, katakanlah aku kesetanan. Jika ada yang mengatakan aku gila, katakanlah aku gila. Aku tak akan cukup peduli dengan perkataan tersebut, karena bukan orang lain yang dapat mengatakan hal tersebut hanya karena berbeda pandangan denganku, mengingat setiap orang memiliki akal budi, pikiran, hati dan kehendak yang dapat menentukan ke apa yang seharusnya mereka lakukan.

Memang, aku lahir dari keluarga beragama, menimba ilmu di sekolah yayasan yang membawa label agama dan aku diajarkan tentang berbagai hal tentang agama tersebut. Tak perlulah kusebutkan apa nama agama yang dianut oleh keluargaku, namun dari sinilah aku kemudian mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab dengan benar oleh pihak yang mampu memberikan jawaban tersebut. Tentu saja bukan orang-orang religious yang harus memberikan jawaban atas pertanyaanku atas Tuhan, karena mereka hanya akan menguliahku dengan ajaran-ajaran yang mereka terima, menguliahku dengan sesuatu yang mereka sendiri belum tentu memahaminya.

Aku tak mengatakan bahwa ajaran yang mereka terima adalah sajaran yang salah tidak sama sekali. Ajaran-ajaran agama kebanyakan merupakan ajaran-ajaran positif yang mengajarkan orang untuk berbuat baik karena adanya konsep surga yang mereka bentuk akan tempat di mana mereka akan berada ketika mereka berbuat baik dan berbuat jahat kepada orang lain.

Apakah benar Tuhan, dosa, setan, surga dan neraka hanyalah sebatas konsep semata? Atau, jika Tuhan memang ada, kembali kubertanya padaMu, berdosakah aku hanya karena mempertanyakan keberadaanMu?

Adakah yang mampu memberikanku jawaban atas pertanyaan normalku ini? Tentu saja, aku bukanlah yang pertama bertanya ini padamu, akan apa yang dikonsepkan sebagai Tuhan dan aku rasa pertanyaanku ini adalah pertanyaan wajar. Bukankah demikian?

Namun, lagi. Jika ada yang mengatakan aku sedang kesetanan hanya karena mempertanyakan hal ini, lalu katakanlah! Jika ada yang mengatakan aku gila, katakanlah pula demikian. Karena aku tak cukup peduli dengan pernyataan seperti itu dan yang aku butuhkan hanyalah jawaban dari pertanyaanku.

Bukankah demikian… Tuhan?

Ok…. Tuhan… I am looking forward to hear from you.

Best Regards

E.O

signature

Advertisements

Leave a comment

Filed under Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s