Tag Archives: Life

BJ: The Power of Prayer

Have no anxiety at all, but in everything, by prayer and petition, with thanksgiving, make your requests known to God – Philippians 4:6

signature

Leave a comment

Filed under Bible Journal

Notes: My Reality

When I write, I do not need to present a picture perfect of life. My writing is often close to telling the truth.  I am  just trying to speaking the truth about things that effect me, about things that happen in our society. My writing is written with my perspective as watcher as well as  doer.

You know…. I also often consider that my writing is often very spiritual because it is all about emotion, it is all about life. It is because I just try to  reveal myself, tell my personal own problem and even lay all my deepest darkest secret because they are part of reality. It is my own reality, which sometimes can better or even worse than yours.

Yes, I choose to present the reality of life. I know that sometimes reality is bitter and painful but that is a real life. As a result, I do not expect no controversy because a controversy is the beginning of public discussion.

Jakarta. 26012015

signature

Leave a comment

Filed under Notes

Coretan: Delapan Ribu Dollar Melayang Karena e-Warisan

Belum lama ini, saya menemukan sebuah artikel yang dimuat oleh detik.com pada tanggal 27 Mei 2006 dengan judul “Tertipu Rp 80 Juta Gara-Gara Dapat Warisan via Email“. Artikel yang menarik, pikir saya.

Tertipu Rp 80 Juta Gara-Gara Dapat Warisan via Email

Ahmad Yunus-detiknews

Bandung – Hati-hati jika Anda menerima kiriman email tidak jelas. Hendra, seorang wiraswasta asal Bandung tertipu Rp 80 juta gara-gara menerima sebuah email tak jelas. Penipuan ini bermula ketika dirinya membuka email yang isinya telah menerima uang sebesar US 38 juta dolar.

Uang ini berasal dari sisa pembagian warisan seorang pengusaha asal Italia, Mario Julio. Pasalnya, dalam 2 bulan mendatang, dirinya, dikabarkan akan meninggal dunia. Mario berpesan agar uang tersebut dibagikan untuk dana sosial di Indonesia.

“Uang 80 juta itu untuk kebutuhan administrasi pengiriman dan sudah diberikan. Ini adalah kejahatan jaringan,” ungkap Kasatreskrim Polres Bandung Barat, AKP Suciptono saat menggelar jumpa pers di Mapolres Bandung Barat, Jalan Sukajadi, Bandung, Jum’at (26/05/2006).

Saat ini Mapolres Bandung Barat telah membekuk tersangka yang melakukan penipuan tersebut. Tersangka ini adalah pria asal Liberia, Walter Lordgate, 36 tahun. Ia ditangkap di Hotel Le’Meridien, Jakarta, Kamis sore (25/05/2006).

Walter Lordgate ditangkap aparat kepolisian ketika tengah terjadi pertemuan dengan Hendra. Pada pertemuan tersebut, tersangka sempat memperlihatkan sebagian uang warisan tersebut sebanyak US 500 dolar. Uang warisan tersebut seluruhnya dalam bentuk kertas berwarna hitam. Tersangka kemudian mencucinya dengan cairan khusus. Bak sulap, uang 100 Dollar Amerika tersebut pun muncul.

“Namun setelah diselidiki sisanya cuma uang kertas karton hitam saja,” ungkapnya. Saat ini Mapolres Bandung Barat mengamankan barang bukti berupa satu kotak hitam. Isinya, kertas karton hitam seukuran uang dollar. Kertas hitam seukuran uang dolar tersebut diikat dengan pita kuning bertuliskan “100 USD Defaced Bills”. Tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan aparat polisi.

“Untuk mencairkan seluruh uang tersebut, tersangka juga sempat meminta uang sebesar 180 ribu dolar,” ungkapnya. Hendra, si korban penipuan pun mesti gigit jari. Pasalnya, dari uang US 500 dolar yang sudah disulap tersebut dirinya hanya kebagian sekitar US 200 dolar saja. Sisanya diambil oleh kawan Walter Lordgate.

**

Saya tersenyum simpul. Bukan karena familiar dengan beritanya tapi saya merasa familiar dengan nama si pelaku, Walter Lordgate. Saya pernah melihat nama tersebut. Nama yang tertera dalam kartu United Nation palsu yang saya temukan di meja makan beberapa waktu lalu. Nama yang juga tertera di kartu keanggotaan fitness center di Kelapa Gading.

Apakah Walter Lordgate yang ada di dalam berita adalah Walter Lordgate yang saya kenal? Apakah Walter Lordgate dalam berita adalah Jordan? Apalagi Jordan pernah bercerita bahwa dulu dia sempat tinggal di Bandung dan sangat mengenal Bandung dengan baik. Ummmm….. sayang berita tersebut enggak dilengkapi dengan foto dan hanya detik.com saja yang memberitakan kejadian tersebut.

Jakarta, 19 Januari 2015

signature

Leave a comment

Filed under Coretan

Coretan Kedua: Teori Kedua, Partner In Crime

Fictional writing 

Teori kedua, Jeanny Tan adalah partner in crime Jordan dalam menjalankan bisnis abal-abalnya tersebut. Tugas si business partner biasanya mempersiapkan dokumen, menyiapkan hotel untuk targeted client, mencari client dan bahkan menyiapkan rekening bank untuk menampung uang dari hasil penipuan dan mengambil uang di bank dari hasil penipuan.

Seperti pada berita-berita yang dimuat oleh media massa pada umumnya, banyak perempuan Indonesia yang mau jadi partner in crime dari scammer asal Afrika Barat. Biasanya perempuan-perempuan macam ini, alias yang bisa diperdaya, adalah mereka yang malas bekerja dan ingin kaya instan.

Apalagi Jakarta adalah salah satu kota dengan living cost yang sangat tinggi di Indonesia. Biaya hidup tinggi, gaya hidup jor-joran. Akhirnya orang sikut sana sini untuk menikmati kemewahan hidup yang notabene hanya memberi kenikmatan hidup sesaat.

Nah kalau mental kita enggak kuat, maka penipuan atau korupsi bisa jadi jalan pintas untuk kaya instan baik bagi penipu kelas coro ampai kelas kakap, dari kelas kroco sampai konglomerat. Mereka enggak enggan tipu sana-sini.

Bicara tentang Jeanny Tan sebagai partner in crime Jordan, saya jadi ingat salah satu berita yang dimuat oleh tempo.co berjudul “Penipuan Online, Komplotan Afrika Punya Cara”.

Dalam berita tersebut, Bapak Komisaris Jerry Raimond yang saat itu menjabat sebagai Kepala Unit III Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa komplotan scammer Afrika enggak bekerja sendirian, biasanya mereka mengajak beberapa perempuan Indonesia dengan cara menikahi atau memacari mereka.

Jangan kaget ya kalau sebenernya ternyata enggak sedikit dari mereka yang ternyata udah nikah di negara mereka. Tapi buat mbak-mbak ini, ya sudahlah toh dia kasih saya duit dan berada di pelukannya saya lebih lama ketimbang dengan istrinya.

Anyway, mbak-mbak pacar atau istri scammer ini pun kerap diminta untuk membuat KTP dengan nama palsu, perusahaan fiktif dan juga rekening bank palsu untuk menerima uang hasil penipuan tersebut. Tentu saja, si perempuan akan mendapatkan imbalan dari hal tersebut. Gede lho imbalannya bisa 5 juta rupiah sekali transaksi. Bayangkan kalau ada 4 transaksi saja dalam satu bulan? Dua puluh juta datang tanpa harus sekolah tinggi ataupun kerja keras.

Nah cara ini pun sebenernya sudah digunakan para drug dealer yang memanfaatkan perempuan Indonesia menjadi kurirnya. Enggak bedalah caranya. Sebelas dua belas.

Nah kalau toh Jeanny Tan adalah partner in crime Jordan maka Jeanny Tan harus berhati-hati. Kenapa? Biarkan saya bercerita di sini.

Pada tahun 2013, saya mengenal seorang perempuan bernama Yanti. Saya bertemu dengannya dua kali saja. Saya enggak terlalu kenal dengan Yanti, perempuan berbadan besar tersebut. Saya pun sempat menghadiri ulang tahunnya bersama dengan Jordan dan bertemu dengannya di salah satu restaurant di Mega Kuningan. Namun meskipun demikian, saya enggak terlalu mengenalnya.

Menurut cerita Jordan, dulu Yanti adalah asistan Flori, seorang agen visa khusus untuk orang Afrika Barat di Petamburan, Jakarta. Namun sejak Yanti mengenal dan berpacaran dengan orang Afrika, Yanti mulai membantu pacarnya untuk menampung uang hasil dari menipu atau mencuri.

Uang pun mulai mengalir bak aliran sungai Eloprogo yang keruh. Harta bergelimangan padanya. Mbak Yanti pun mulai menghiasi tubuhnya dengan emas dan berlian dari atas ke bawah. Maklum seperti kata pepatah Jawa “Kere munggah bale”, mbak Yanti ingin menunjukkan kesuksesannya dengan perhiasan tersebut.

Namun ada satu yang janggal daripada mbak Yanti. I don’t see happiness in her face. I wonder why? Does she feel insecure? Insecure about what? Is it because she is involved in a dirty business and police can arrest her and her boyfie anytime and anywhere? Well, perhaps!  Mungkin itu yang dia pikirkan.

Beberapa minggu yang lalu, Jordan semoat bercerita bahwa mbak Yanti ditangkap polisi. Sayangnya, suami atau pacar atau apalah itu panggilannya sedang kembali ke Nigeria. Lebih gilanya, sejak penangkapan mbak Yanti, si pacar enggak pernah memunculkan batang hidungnya sama sekali. While she was in jail, she was abandoned. Nobody paid a visit. They are afraid to be the next target of police. 

Keadaan tersebut membuat mbak Yanti depresi dan akhirnya meninggal dunia dalam penjara. O Lord… may she rest in peace. Somehow I understand. Brengsek betul si pacar. For the sake of love, she did everything for the beloved one without knowing that he is just another jerk. But what can we say? Easy comes, easy goes! In the end of the day, greed would bring you no where.

Nah kalau Jeanny Tan adalah partner in crime Jordan, apakah Jeanny Tan pemilik nomor handphone di kartu nama Stephanie Bilwa? Bisa jadi! Jadi kalau Jeanny Tan maka dia harus menyadari resiko dari bisnis kotor tersebut.  Belajarlah dari yang sudah-sudah karena saya yakin Jordan enggak akan melindunginya kalau Jeanny Tan sampai terjerat kasus hukum. Belajarlah dari kasus mbak Yanti.

Tapi entah mengapa saya merasa bahwa Jeanny Tan terlalu dungu untuk jadi partner in crimenya Jordan. She would spill the beans everywhere as we have seen it. Dia pun begitu menurut, melakukan segala sesuatu yang Jordan perintahkan mulai untuk berhati-hati dalam memposting tweet, berhenti meneror saya dan juga mulai bawel tentang keberadaan Facebook Jordan :-).

Namun itulah teori kedua saya, Jeanny Tan adalah partner in crime Jordan, which is unlikely.

Jakarta, 14 Januari 2015

signature

Leave a comment

Filed under Coretan

Music: Interview with Jill Scott

signature

Leave a comment

Filed under Music

Spirituality: Prayer Against Depression

O Jesus Christ, when all is darkness and we feel our weakness and helplessness, give us the sense of Your presence, Your love and Your strength. 

Help us to have a perfect trust in Your protecting love and strengthening power so that nothing may frighten or worry us. For living close to you, we shall see Your hand, Your purpose and Your will through all things. Amen.  ** By Saint Ignatius of Loyola

signature

Leave a comment

Filed under Spirituality

Notes: Real Person

A lot of young people are trying to make sure that everybody thinks that you have more than what you actually have. What’s the point if you actually don’t have it? If you dont have it then have what you have, enjoy that . Don’t be afraid of not being the wealthiest person in the room. Be the smartest person in the room, the most sleekest person in the room, the most creative person in the room.” Jill Scott

signature

Leave a comment

Filed under Notes