Fiksi: Aku Lelah… Jordan

Outta times when I know I should be smiling. Seems to be the time that I frown the most. Can’t believe that we still surviving cause I’m slowly breaking down even when I hold you close-  Trey Songz

Hari ini, hari Kamis. Tanggal 14 Februari.

Hari ini orang-orang merayakan Valentine’s day. Tetapi aku dan Jordan tak punya rencana apa-apa untuk hari kasih sayang ini.

Sebenarnya, kami berencana untuk pergi berlibur ke Pulau Dewata. Namun rencana tersebut batal. Jordan  memberikan banyak persyaratan yang membuatku malas untuk pergi ke sana. Meninggalkan Jakarta tengah malam pada tanggal 13 Februari. Lalu meninggalkan Bali dini hari pada tanggal 15 Februari. Waktu habis di jalan. Buat apa?

Akh Jordan…. aku mencintaimu tapi aku tak tahu bagaimana untuk memahamimu. Kamu terlalu tertutup. Hal ini menyiksaku. 

Sudah jam 9 malam. Jordan belum pulang. Entah dia ke mana. Katanya ada meeting. Meeting di malam Valentine? Jangan-jangan dia ‘meeting’ dengan perempuan lain untuk merayakan hari kasih sayang. Akh Jordan… kamu ke mana sih?

Pikiranku mulai kacau. Aku mencoba menghubunginya berkali-kali. Jordan tak kunjung menjawabku. Aku curiga. Aku penasaran. Apalagi, akhir-akhir ini Jordan bersikap aneh padaku. Setiap kali aku menginap, Jordan justru selalu pulang malam. Kemarin dia pulang jam 11. Kali ini jam 9, dia belum juga menunjukkan batang hidungnya. Tak ada pula pesan darinya.

Biasanya setiap kali aku menginap di rumahnya, dia selalu pulang awal apalagi kalau aku memasak. Aku penasaran apa yang dia lakukan di luar sana.

***

Aku bosan. Aku penasaran. Aku membuka laptopnya. Aku menemukan ratusan foto. Di antara ratusan foto yang kulihat, aku melihat sebuah foto Jordan menggunakkan cincin kawin, dia berfoto dengan anaknya. Cincin kawin? Dan…berdasarkan informasi foto tersebut, foto tersebut diambil Desember lalu.  Akh Jordan, lagi-lagi kamu berbohong!

Sebagai pacar, aku tak masalah Jordan bertemu dengan anaknya. Yang menjadi masalah adalah apakah Jordan masih berstatus kawin dengan Christina atau dia memang sudah bercerai dari perempuan tersebut. Aku hanya tak ingin menganggu rumah tangga orang. Apalagi, Jordan dan aku sudah menjalin hubungan lebih dari satu setengah tahun. Aku cuma mau tau hubungan ini akan dibawa ke mana?

Bukan hanya itu saja. Lagi-lagi Jordan bermesraan dengan Ayu Suprianto. Lagi-lagi mereka memanggil satu sama lain dengan kata sayang.

Akh … bajingan kamu Jordan! Apa susahnya sih untuk jujur?! Apa yang kamu cari dari hubungan ini dengan berbohong puluhan kali padaku? I always believe on second chance, but you ain’t changed! You stay the same. What do you want from me? Why do you keep lying to me? Aku tak tahan Jordan! Aku ingin pergi. Kamu betul-betul bajingan. Teriakku saat melihat semua foto tersebut.

O my God! I just don’t believe what I’m seeing. I’m truly speechless, frozen, heartbroken. Why do you do this to me Jordan?

***

Jam 10 malam. Jordan baru pulang. Aku bersiap untuk tidur. Suhu tubuhku tinggi. Wajahku pucat pasi. Mataku sembab. Kepalaku berat. Perutku mual. Aku kehilangan selera makan. Aku hanya mau tidur. Aku tak ingin membahas apa yang aku lihat dengannya malam ini. Aku akan berbicara dengannya besok. Aku tak mau mengumbar emosiku. Aku ingin berpisah. Aku ingin pergi. Aku dirundung kekecewaan.

Kami berbaring di tempat tidur. Jordan nonton bola sambil bermain blackberry.

“Baby… apa yang akan membuatmu memutuskanku?” tanyaku

“Kalau kamu mengkhianati kepercayaanku…. ” Jordan menjawab. Ia terus berbicara. Pikiranku kacau. Hanya bla bla bla saja yang aku dengar. Entah apa yang ia katakan. Aku lelah untuk mendengar bualannya.

“Aku tahu kamu lagi-lagi berbohong padaku. Apa kamu masih menikah? Kenapa kamu memanggil Ayu dengan kata sayang? Apa yang kamu mau dari hubungan ini? Kenapa kamu tidak bisa jujur dariku?” tanyaku dengan air mata membasahi pipiku.

“Apa maksudmu?!”

“Aku melihat semua itu di Facebook!” jawabku berbohong. Kini aku berbohong. Aku tak mampu jujur untuk mengatakan bahwa aku membuka laptopnya. Aku takut.

Jordan terdiam.

“Jordan! Dengarkan aku! Kamu tahu hubungan kita ini salah! Kamu tahu apa yang aku cari dari hubungan ini. Kebahagian yang tak aku dapat dalam rumah tanggaku. Kalau kamu cuma mau mempermainkanku atau kamu punya perempuan lain, lebih baik aku mundur. Berat. Namun, buat apa aku menjalani dua hubungan yang kedua-duanya tidak membuatku bahagia?! Buat apa aku mencintai dua orang bajingan yang sama-sama membuatku kecewa?” tuturku

“Kalau memang itu yang kamu mau. Aku akan membiarkan kamu ruang untuk berpikir sejenak. Aku tak akan membiarkan kamu pergi begitu saja.” jawab Jordan.

“Aku tak butuh ruang. Aku ingin pergi. Aku tak ingin kamu menghubungi aku lagi setelah ini. Aku ingin memperbaiki rumah tanggaku dengan Henry.”

Aku terdiam sejenak. Aku tak mampu menahan air mataku. Pikiranku kacau. Hatiku hancur. Wajah perempuan itu terus ada dipikiranku. Aku tak nyaman. Aku sedih. Aku kecewa. Akh bajingan kamu… Jordan!

“Aku akan pergi Jordan. Tapi, biarkan aku tidur di sini malam ini. Aku tak kuat mengendarai mobil. Aku akan bangun pagi-pagi dan langsung pergi besok.”  kataku.

“Kamu bisa tinggal di sini sampai kapanpun kamu mau. Aku mau merokok di luar.” jawabnya.

Jordan terdiam. Lalu dia meninggalkan kamar.

Aku kecewa. Aku marah. Aku hanya ingin pergi. Kepalaku sangat berat. Aku benar-benar pusing dibuatnya. Namun aku tak kuat untuk mengendarai mobil.

***

 Mataku tertutup. Aku ngantuk.  Sayup-sayup kudengar Jordan membuka pintu kamar. Jordan marah.

“Jadi kamu mengobrak-abrik rumahku? Menggeledah barang-barangku? Aku tahu kamu membuka laptopku!” kata Jordan kesal padaku sambil membanting pintu.

Aku tak menjawab.  Obat tidur dari dokter Bayu bekerja kilat. Aku sudah di alam mimpi.

Bersambung

Jakarta, 11 April 2013

signature

Leave a comment

Filed under Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s